FIXNEWS.ID, SULAWESI UTARA – Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menegaskan bahwa persoalan gizi memiliki dampak besar terhadap kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa.
Hal itu disampaikannya dalam sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Advent Makalisung, Minahasa Utara, Minggu (8/3).
Menurut Felly, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan di bidang gizi, seperti stunting, wasting, hingga anemia, yang banyak dialami ibu hamil dan anak-anak.
“Isu gizi harus menjadi perhatian bersama karena sangat menentukan kualitas generasi Indonesia di masa depan. Program Makan Bergizi Gratis menjadi wadah bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan gizi anak Indonesia,” ujar Felly.
Ia menilai, persoalan gizi tidak bisa diselesaikan oleh satu sektor saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas bidang, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga aspek sosial dan ekonomi.
“Masalah gizi ini bersifat lintas sektor. Karena itu, penanganannya juga harus melibatkan berbagai pihak agar hasilnya maksimal dan berkelanjutan,” kata dia.
Felly juga menegaskan komitmen DPR RI untuk terus mendukung program peningkatan gizi nasional melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Menurutnya, kebijakan yang diambil harus berbasis data dan bukti ilmiah agar tepat sasaran.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya standar kesehatan dan sanitasi dalam pengelolaan dapur Program MBG.
Ia mengingatkan bahwa petugas dapur harus menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala serta menerapkan prinsip kebersihan dan keamanan pangan.
“Standar kebersihan harus dijaga dengan ketat. Ini penting untuk memastikan makanan yang diberikan benar-benar aman dan sehat bagi anak-anak,” ujarnya.
Melalui sosialisasi ini, Felly berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang serta turut mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
“Dengan kolaborasi semua pihak, kita optimistis dapat menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” kata dia.

