FIXNEWS.ID, CIREBON, JAWA BARAT — Menjelang penayangannya di bioskop pada 30 April 2026, para pemain film aksi terbaru Ikatan Darah menyambangi Cirebon dalam rangkaian cinema visit di Ramayana Plered, Sabtu (25/4/2026).
Kehadiran mereka disambut antusias para penggemar yang ingin mengenal lebih dekat film produksi Uwais Pictures tersebut.
Empat pemeran hadir langsung dalam acara itu, yakni Livi Ciananta, Abdurrahman Arif, Ismi Melinda, dan Agra Piliang.
Mereka berbagi cerita tentang proses produksi hingga tantangan selama syuting film yang disutradarai Sidharta Tata itu.

Dalam film ini, Livi memerankan Mega, mantan atlet pencak silat yang harus berjuang menyelamatkan kakaknya dari kejaran kelompok gangster.
Menurut dia, Ikatan Darah bukan hanya menawarkan aksi laga, tetapi juga mengangkat makna hubungan antarmanusia.
“Secara garis besar, film ini bercerita tentang kuatnya hubungan persaudaraan. Bukan hanya antara adik dan kakak kandung, tetapi juga ikatan yang bisa terjalin lewat persahabatan,” kata Livi.
Ia menambahkan, film ini juga menyinggung berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari tekanan ekonomi hingga premanisme.
Untuk memerankan Mega, Livi menjalani persiapan fisik yang cukup intens. Selama sekitar tiga bulan, ia berlatih hampir setiap hari demi mendalami adegan laga.
“Butuh waktu sekitar tiga bulan dan latihan setiap hari kurang lebih delapan jam untuk mempersiapkan adegan fighting. Jadi saat syuting, cedera bisa diminimalkan,” kata dia.
Sementara itu, Ismi Melinda, yang berperan sebagai Dini, mengatakan para pemain menjalani workshop selama tiga bulan untuk membangun kedekatan satu sama lain. Proses itu dinilai penting agar hubungan antar-karakter terasa lebih hidup di layar.
“Kami benar-benar membangun chemistry dari awal, supaya emosi dan hubungan antar-karakter bisa terasa kuat saat ditonton,” ucap Ismi.
Hal serupa disampaikan Abdurrahman Arif atau Adul, pemeran Boris. Menurut dia, chemistry yang terjalin erat di antara para pemain membuat proses syuting berjalan lebih menyenangkan.
“Ada adegan berantem, tapi sebenarnya pukulan mereka adalah dialog. Jadi, setiap pukulan itu punya arti,” kata Adul.
Bagi Agra Piliang, yang memerankan Jabrik, proses panjang selama persiapan justru menjadi kekuatan utama film ini. Diskusi karakter hingga latihan bersama membuat seluruh pemain mampu menyatu dalam cerita.
“Kami tidak ingin terlihat keren sendiri-sendiri. Yang kami inginkan adalah benar-benar menyatu demi film ini,” ujar Agra.
Diproduksi oleh Uwais Pictures, Ikatan Darah mengisahkan Mega yang harus melindungi kakaknya, Bilal, setelah terjerat utang dan menjadi buruan kelompok gangster pimpinan Primbon.
Dalam pelarian, keduanya terjebak di sebuah kampung yang telah dikepung, memaksa Mega kembali mengandalkan kemampuan bela dirinya untuk bertahan hidup.
Selain Livi dan Abdurrahman, film ini juga dibintangi Derby Romero, Teuku Rifnu Wikana, Dimas Anggara, dan Lydia Kandou.
Sebelum tayang di Indonesia, Ikatan Darah lebih dulu mencuri perhatian di sejumlah ajang internasional. Film ini melakukan world premiere di Fantastic Fest 2025 di Texas, berkompetisi di Jogja-NETPAC Asian Film Festival, dan meraih penghargaan Best Production Design.
Dengan memadukan drama keluarga, isu sosial, dan aksi laga yang intens, Ikatan Darah menjadi salah satu film Indonesia yang patut dinantikan di akhir April ini.

