6 Mei 2026

Iran Umumkan Khamenei Gugur, Petinggi Militer Ikut Jadi Sasaran Serangan AS-Israel

FIXNEWS.ID, TEHERAN — Iran resmi mengumumkan wafatnya Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, setelah kompleks kediamannya di Teheran dihantam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026). Pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Kabar tersebut disampaikan media pemerintah Iran beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, lebih dulu menyatakan bahwa operasi militer yang dilancarkan Washington bersama Israel menargetkan pusat komando strategis Iran.

“Kami menargetkan infrastruktur militer dan kepemimpinan yang bertanggung jawab atas ancaman terhadap keamanan kawasan,” ujar Trump dalam pernyataan resminya.

Di Tel Aviv, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut serangan tersebut sebagai langkah pencegahan untuk melumpuhkan ancaman yang dinilai semakin meningkat.

“Operasi ini dirancang untuk menghancurkan kemampuan militer yang mengancam keselamatan warga Israel,” kata Netanyahu.

Petinggi Militer Turut Jadi Korban

Selain Khamenei, Israel mengklaim sejumlah pejabat tinggi pertahanan Iran turut tewas dalam serangan tersebut. Mereka antara lain Sekretaris Dewan Pertahanan Iran Ali Shamkhani, Komandan Garda Revolusi Iran (IRGC) Mayor Jenderal Mohammad Pakpour, serta Menteri Pertahanan Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh.

Militer Israel menyatakan sekitar 200 jet tempur dikerahkan untuk menghantam ratusan target strategis, termasuk fasilitas komando IRGC, sistem pertahanan udara, dan lokasi peluncuran rudal balistik.

Hingga kini, otoritas Iran belum memerinci seluruh daftar korban dari kalangan militer, namun mengakui adanya korban jiwa di sejumlah fasilitas strategis.

Iran Ancam Balasan

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan.

“Iran tidak akan tinggal diam. Tindakan ini akan mendapat respons yang setimpal,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Tak lama setelah serangan awal, militer Iran meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah target di Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Laporan awal menyebutkan adanya korban luka dan kerusakan infrastruktur di beberapa titik.

Eskalasi ini terjadi di tengah kebuntuan perundingan nuklir antara Iran dan negara-negara Barat. Sejumlah negara menyerukan penahanan diri untuk mencegah konflik meluas menjadi perang regional yang lebih besar.

Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar pertemuan darurat menyusul perkembangan terbaru tersebut, sementara sejumlah maskapai internasional menangguhkan penerbangan ke wilayah terdampak konflik.

Situasi di kawasan hingga kini masih tegang, dengan ancaman serangan lanjutan dari kedua belah pihak.

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *