FIXNEWS.ID, BOGOR — Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi warga di tingkat lokal.
Hal itu disampaikannya saat sosialisasi program MBG di wilayah Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Selasa (10/3).
Menurut Achmad, program MBG dirancang untuk menjangkau kelompok rentan seperti peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
Melalui program ini, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka stunting.
“Program ini tidak hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga dirancang untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui keterlibatan pelaku usaha lokal,” ujar Achmad.
Ia menjelaskan, kebutuhan bahan pangan untuk program MBG akan dipasok dari petani, peternak, dan nelayan setempat. Selain itu, peran koperasi dan BUMDes juga dioptimalkan sebagai bagian dari rantai distribusi menuju dapur penyedia makanan.
“Ekosistem ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi di tingkat daerah,” katanya.
Achmad menambahkan, setiap dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dirancang melayani sekitar 2.000 hingga 3.000 penerima manfaat.
Dengan cakupan tersebut, program ini dinilai memiliki dampak luas, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan program, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga masyarakat.
“Program ini bukan sekadar pengeluaran, melainkan investasi untuk masa depan sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan dapat memahami mekanisme program MBG sekaligus berpartisipasi aktif dalam mendukung pelaksanaannya di daerah.

