FIXNEWS.ID, BANGKALAN, JATIM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai diperkenalkan secara luas ke masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Sosialisasi program tersebut digelar di Aula Yayasan Nurul Islam Qolbun Salim, Desa Blega, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Sabtu (5/4).
Kegiatan ini dihadiri Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan, Sekretaris Yayasan Nurul Islam Qolbun Salim Moh. Amir, perwakilan KPPG Surabaya Ainun Ma’rifah, serta ratusan warga yang tampak antusias mengikuti jalannya acara.
Dalam kesempatan itu, Eric Hermawan menegaskan bahwa program MBG menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas.
Menurut dia, pemenuhan gizi sejak dini merupakan fondasi penting bagi kemajuan bangsa.
“Program Makan Bergizi Gratis ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Gizi yang cukup akan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak dan masa depan mereka,” ujarnya.
Program MBG sendiri menyasar kelompok rentan, mulai dari anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.
Selain bertujuan memenuhi kebutuhan gizi, program ini juga diharapkan mampu menekan angka stunting dan meringankan beban ekonomi masyarakat.
Eric menyebut, MBG bukan sekadar program bantuan, melainkan investasi jangka panjang bagi Indonesia. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan program ini menjadi perhatian serius pemerintah.
“MBG adalah investasi masa depan. Program ini harus terus berjalan karena menyangkut kualitas generasi mendatang,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program tersebut juga berkaitan erat dengan upaya pemerintah dalam memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan asupan gizi yang baik, diharapkan anak-anak dapat tumbuh lebih sehat, cerdas, dan memiliki daya saing.
“Anak-anak yang mendapatkan gizi cukup akan lebih fokus belajar dan berprestasi. Ini penting untuk menyongsong bonus demografi,” tambahnya.
Tak hanya berdampak pada sektor kesehatan, pelaksanaan MBG juga dinilai berpotensi menggerakkan ekonomi lokal.
Keterlibatan masyarakat dalam penyediaan bahan pangan hingga operasional dapur program dinilai mampu membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru.
“Program ini juga harus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Tapi tetap harus dijaga kualitasnya, jangan sampai mengurangi nilai gizi yang diterima anak-anak,” ujar Eric.
Program MBG turut diintegrasikan dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang mendorong pembentukan karakter seperti disiplin, tanggung jawab, serta pola hidup bersih dan sehat.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami manfaat program MBG, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pelaksanaannya di daerah masing-masing.
Pemerintah menilai, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan berdaya saing.

