FIXNEWS.ID, SEMARANG, JATENG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkenalkan ke masyarakat sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Sosialisasi program ini digelar di Kalijambe, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Jumat (4/4). Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPR RI, unsur pemerintah daerah, serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN).
Anggota Komisi IX DPR RI, Muh Haris, hadir sebagai pembicara utama dalam kegiatan tersebut. Dalam pemaparannya, Muh Haris menekankan pentingnya memastikan program MBG benar-benar tepat sasaran.
Ia menyebut, program ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk menjamin pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.
“Melalui Program Makan Bergizi Gratis ini, kami berharap anak-anak, santri, dan ibu hamil benar-benar mendapatkan makanan bergizi dari pemerintah,” jelasnya.
Di sisi lain, kata dia, ekonomi daerah juga ikut bergerak karena bahan pangan disuplai oleh masyarakat sekitar dan dapur program menyerap tenaga kerja lokal.
Program MBG menyasar berbagai kelompok penerima manfaat, mulai dari siswa sekolah dasar hingga menengah, santri pondok pesantren, ibu hamil, hingga kelompok rentan lainnya.
Selain mendorong perbaikan gizi dan tumbuh kembang generasi muda, program ini juga dirancang memberi dampak ekonomi melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha lokal dalam rantai pasok pangan.
Muh Haris menilai, keterlibatan berbagai sektor menjadi kunci agar program ini berjalan optimal dan berkelanjutan.
Dengan skema tersebut, MBG tidak hanya menjadi program bantuan, tetapi juga mampu memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat lokal.
“Program MBG sendiri merupakan inisiatif Presiden Republik Indonesia dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045,” katanya.
Melalui pendekatan lintas sektor, program ini diharapkan mampu menekan angka stunting, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami manfaat program MBG sekaligus berperan aktif dalam mendukung pelaksanaannya di daerah masing-masing.

