FIXNEWS.ID, SURABAYA — Upaya mendorong peningkatan kualitas gizi masyarakat terus dilakukan pemerintah melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sosialisasi program tersebut digelar di Graha ABCPS Perum YKP, Rungkut, Surabaya, Sabtu (4/4/2026), dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari legislatif hingga perwakilan pemerintah pusat.
Kegiatan ini dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI, Lucy Kurniasari, bersama perwakilan Badan Gizi Nasional serta Anggota DPRD Surabaya, Mochammad Machmud. Ratusan peserta dari masyarakat juga tampak mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut.
Dalam pemaparannya, Lucy menjelaskan bahwa Program MBG menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang lebih baik, terutama bagi kelompok rentan.
“Program ini menyasar peserta didik, mulai dari TK hingga SMA, termasuk santri dan siswa berkebutuhan khusus. Selain itu juga menyentuh ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” ujarnya.
Ia mengakui, di awal kemunculannya sempat beredar berbagai informasi di media sosial yang menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Namun, seiring berjalannya waktu, respons publik dinilai cenderung positif karena manfaat program mulai dipahami.
“MBG menekankan konsumsi makanan bergizi sesuai standar, dengan pengelolaan yang profesional dan pengawasan bersama. Dampaknya bukan hanya pada kesehatan, tapi juga bisa menekan angka stunting,” kata Lucy.
Menurutnya, program ini juga memiliki efek lanjutan terhadap sektor lain, seperti pertanian, peternakan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat dalam penyediaan bahan pangan.
“Jadi bukan hanya soal makan bergizi, tapi ada efek ekonomi yang ikut bergerak,” tambahnya.
Lucy menegaskan, dalam jangka panjang, program ini diharapkan mampu menciptakan dampak berkelanjutan, mulai dari peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, ia menjelaskan bahwa DPR RI memiliki peran penting dalam memastikan program berjalan optimal. Peran tersebut mencakup persetujuan anggaran, pemberian rekomendasi kebijakan, hingga fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan di lapangan.
“Pengawasan ini penting agar program benar-benar tepat sasaran dan berjalan sesuai tujuan,” ujarnya.
Program MBG sendiri disebut selaras dengan agenda pembangunan nasional, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan kesehatan.
Selain itu, keterlibatan sektor lokal dalam penyediaan bahan pangan juga diharapkan mampu mendorong kemandirian dan ketahanan pangan.
Melalui sosialisasi ini, Lucy berharap pemahaman masyarakat terhadap Program MBG semakin meningkat, sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

