FIXNEWS.ID, JAKARTA — Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir menargetkan kegiatan Car Free Day (CFD) dapat digelar secara aktif di 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia pada tahun ini.
Program tersebut diharapkan menjadi ruang partisipasi masyarakat untuk berolahraga sekaligus mendorong gaya hidup sehat.
Erick mengatakan, keberadaan CFD di berbagai daerah penting untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam aktivitas olahraga.
Ia menilai ruang publik yang bebas kendaraan dapat dimanfaatkan warga untuk bergerak aktif dan berinteraksi dengan komunitas.
“Kami ingin mendorong agar indeks partisipasi olahraga meningkat dan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia lebih baik,” ujar Erick melalui akun media sosial resminya, Minggu, (8/3/2026).
Car Free Day merupakan kegiatan penutupan sementara ruas jalan dari kendaraan bermotor dalam waktu tertentu, biasanya pada akhir pekan atau hari libur.
Jalan yang bebas kendaraan tersebut kemudian dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari berjalan kaki, berlari, bersepeda, hingga mengikuti senam bersama.
Menurut Erick, kegiatan seperti ini terbukti mampu menarik partisipasi masyarakat dari berbagai kalangan. Selain menjadi sarana olahraga, CFD juga dinilai dapat memperkuat interaksi sosial antarwarga dan komunitas.
Ia menambahkan, pemerintah akan menggandeng berbagai pihak untuk memperluas penyelenggaraan CFD di daerah.
Kolaborasi dengan kementerian lain, pemerintah daerah, hingga komunitas olahraga dinilai penting agar kegiatan tersebut bisa berlangsung secara rutin.
“CFD menjadi ruang partisipasi masyarakat untuk berolahraga, sehingga kami ingin seluruh kabupaten dan kota di Indonesia dapat menyelenggarakannya,” kata Erick.
Pemerintah juga mendorong pemerintah daerah memanfaatkan ruang publik yang tersedia, seperti jalan protokol atau kawasan pusat kota, sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Dengan semakin banyak daerah yang rutin menggelar Car Free Day, Erick berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aktivitas fisik akan terus meningkat.
Pada akhirnya, kebiasaan berolahraga secara rutin diharapkan dapat berdampak positif terhadap kualitas kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

