FIXNEWS.ID, LAHAT – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus disosialisasikan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi generasi muda.
Program ini juga diharapkan mampu menekan angka gizi buruk dan stunting di berbagai daerah. Sosialisasi program tersebut digelar di Gedung Pendopoan Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Kamis (5/3).
Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB itu dihadiri ratusan warga setempat yang ingin mengetahui lebih jauh tentang program pemenuhan gizi yang tengah digalakkan pemerintah.
Anggota Komisi IX DPR RI Sri Meliyana mengatakan, program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu prioritas pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.
“Program ini bertujuan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing global. Dengan asupan gizi yang baik sejak dini, anak-anak kita akan tumbuh lebih optimal,” kata Sri Meliyana.
Ia menjelaskan, pemenuhan gizi tidak hanya penting bagi anak-anak, tetapi juga bagi kelompok rentan seperti ibu hamil dan ibu menyusui. Oleh karena itu, program MBG dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas.
“Makanan bergizi sangat penting bagi tubuh, terutama untuk generasi penerus bangsa. Dalam program ini, kebutuhan gizi penerima manfaat seperti anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui sangat diperhatikan,” ujarnya.
Sri Meliyana juga menekankan bahwa pemberian makanan bergizi melalui program pemerintah perlu diimbangi dengan peran keluarga, terutama orang tua, dalam memastikan anak tetap mendapatkan asupan nutrisi yang cukup di rumah.
“Kalau makanan bergizi sudah diberikan melalui program ini, orang tua juga perlu melengkapi kebutuhan gizi anak saat di rumah. Dengan begitu, keseimbangan nutrisi dapat terjaga,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Tenaga Layanan Operasional Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) Rahma Dewi Auliyasari menjelaskan bahwa kehadiran BGN menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi program gizi di berbagai daerah.
Menurut dia, keberhasilan program MBG membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat.
“Program ini tidak bisa berjalan sendiri. Perlu sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan agar tujuan peningkatan kualitas gizi dapat tercapai,” kata Rahma.
Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, program Makan Bergizi Gratis juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian lokal.
Program ini membuka peluang bagi pelaku usaha makanan, petani, hingga pemasok bahan pangan di daerah.
Dengan dukungan berbagai pihak, pemerintah berharap program MBG tidak hanya menjadi upaya pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

