FIXNEWS.ID, DEPOK — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus disosialisasikan ke berbagai daerah sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.
Salah satu kegiatan sosialisasi digelar di Gedung The Castel, Depok, Jawa Barat, Rabu (11/3), dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Acara ini dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI Nuroji, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), serta sejumlah pemangku kepentingan di tingkat lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Nuroji menilai program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang luas jika dijalankan secara konsisten.
“Program ini bukan sekadar soal makanan bergizi, tetapi juga bisa membuka peluang kerja baru, terutama melalui dapur umum yang melibatkan petani, nelayan, peternak, hingga pelaku UMKM,” ujar Nuroji.
Ia juga menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah dalam mempercepat implementasi program tersebut.
Menurut dia, keberhasilan MBG sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, pengawasan yang ketat, serta keterlibatan masyarakat di tingkat lokal.
“Saya melihat ini sebagai langkah yang cukup responsif. Namun, pelaksanaannya harus terintegrasi dan diawasi dengan baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata dia.
Nuroji menambahkan, sejumlah negara seperti Brasil, India, dan Jepang dapat menjadi referensi dalam pengembangan program serupa.
Ia mencontohkan, sistem pelaporan berbasis digital dari India, skema pembelian hasil petani lokal di Brasil, serta standar kebersihan tinggi di Jepang bisa diadaptasi sesuai kebutuhan di Indonesia.
“Pengalaman negara lain bisa jadi pembelajaran. Misalnya, sistem pelaporan real-time, dukungan ke petani lokal, hingga pelatihan higienitas. Ini penting untuk menjaga kualitas program,” ucapnya.
Program MBG sendiri dirancang untuk menjangkau kelompok prioritas, termasuk anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Pemerintah menargetkan program ini mampu menekan angka stunting, anemia, serta berbagai persoalan malnutrisi yang masih menjadi tantangan di Indonesia.
Selain itu, program ini juga diharapkan berdampak pada peningkatan konsentrasi dan kemampuan belajar anak melalui pemenuhan gizi yang lebih baik.
Di sisi lain, pelibatan pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan pangan dinilai dapat menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi di daerah.
Edukasi mengenai pola makan sehat juga menjadi bagian dari program untuk membangun kebiasaan hidup sehat di masyarakat.

