FIXNEWS.ID, MINAHASA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mulai menunjukkan dampak ekonomi di berbagai daerah.
Hal ini disampaikan Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, saat menghadiri sosialisasi MBG di kawasan Passo, Kakas, Kabupaten Minahasa, Rabu (4/3).
Dalam kegiatan tersebut, Felly menegaskan bahwa pelaksanaan MBG dirancang berbasis potensi lokal. Mulai dari bahan baku, penyusunan menu, hingga pemenuhan kebutuhan gizi disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.
“Program ini mendorong pemanfaatan sumber daya lokal. Bahan pangan diambil dari daerah setempat, dan menu disusun oleh ahli gizi yang memahami kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut,” kata Felly.
Ia menjelaskan, skala kebutuhan bahan pangan untuk program MBG sangat besar. Secara nasional, program ini membutuhkan jutaan ton beras, ratusan juta liter minyak goreng, hingga ratusan juta ekor ayam setiap tahun.
Menurut Felly, tingginya kebutuhan tersebut membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya petani, peternak, dan nelayan.
“MBG bukan hanya soal gizi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi. Permintaan bahan pangan yang tinggi menciptakan pasar baru dan berpotensi membuka lapangan kerja,” ujarnya.
Selain itu, menu dalam program MBG disusun untuk memenuhi sebagian kebutuhan kalori harian sesuai dengan kelompok sasaran, seperti anak sekolah.
Felly juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mendukung pola makan sehat di rumah.
“Program ini perlu didukung di rumah. Orang tua bisa mencontoh pola pemberian makanan bergizi agar manfaatnya lebih optimal,” katanya.
Ia menambahkan, sejumlah daerah telah merasakan dampak positif dari program tersebut.
Di antaranya peningkatan jumlah petani di Bandung, naiknya produksi ikan bandeng di Rembang, serta peningkatan produksi sayuran seperti kangkung di Sukabumi.
Felly pun mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam program MBG, baik sebagai penyedia bahan pangan, relawan, maupun pengawas
.“Masyarakat juga bisa menyampaikan masukan atau pengaduan melalui kanal resmi Badan Gizi Nasional agar program ini berjalan transparan dan tepat sasaran,” ucapnya.
Sosialisasi MBG terus dilakukan pemerintah untuk memperluas pemahaman masyarakat sekaligus memastikan program ini berjalan optimal dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

