FIXNEWS.ID, SEMARANG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut bukan sekadar urusan makan, tapi bagian dari upaya jangka panjang membangun kualitas manusia Indonesia sekaligus menggerakkan ekonomi di daerah.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, saat sosialisasi MBG di Universitas Muhammadiyah Semarang, Sabtu (19/4/2026).
Di hadapan mahasiswa, ia menilai program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut punya peran penting sejak tahap paling dasar, yakni pemenuhan gizi.
Menurut Edy, asupan gizi yang cukup sejak dini akan menentukan kualitas generasi ke depan. Karena itu, MBG tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga ibu hamil dan kelompok rentan lain.
“Ini bukan hanya soal makan bergizi, tapi investasi masa depan. Kalau gizinya terpenuhi, kualitas SDM juga ikut terangkat,” kata Edy.
Ia menekankan, pemenuhan gizi pada kelompok tersebut penting untuk menekan angka stunting sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara umum.
Di sisi lain, Edy melihat MBG juga membawa efek berantai ke sektor ekonomi. Program ini membuka ruang bagi petani, nelayan, koperasi, hingga pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam rantai pasok bahan pangan.
Dengan pola seperti itu, kebutuhan program tidak hanya terpenuhi, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di daerah.
“Jadi dampaknya ganda. Gizi masyarakat meningkat, ekonomi lokal juga ikut bergerak,” ucapnya.
Edy pun mendorong keterlibatan berbagai pihak, termasuk kampus dan generasi muda, untuk ikut mengawal pelaksanaan program agar berjalan tepat sasaran.
Ia berharap, lewat kolaborasi yang luas, MBG bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan menjadi pijakan menuju Indonesia yang lebih sehat dan berdaya saing. (ADV)

