FIXNEWS.ID, SUKABUMI — Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan sesuai tujuan dan tepat sasaran.
Hal itu disampaikan Zainul saat kegiatan sosialisasi program MBG bersama Badan Gizi Nasional di GOR Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (1/3).
Dalam kegiatan tersebut, Zainul menjelaskan bahwa sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat sekaligus menyerap aspirasi terkait pelaksanaan program yang tengah dijalankan pemerintah di berbagai daerah.
“Sebagai anggota Komisi IX DPR RI, salah satu mitra kerja kami adalah Badan Gizi Nasional. Karena itu kami memiliki tanggung jawab untuk mengawal dan memastikan program ini berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” kata Zainul di hadapan peserta sosialisasi.
Ia mengakui, dalam beberapa waktu terakhir program MBG ramai menjadi perbincangan publik, termasuk di media sosial. Sejumlah isu muncul, mulai dari kualitas makanan hingga mekanisme pelaksanaan di lapangan.
Menurut dia, masyarakat memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan terhadap program tersebut.
“Jika ditemukan ketidaksesuaian di lapangan, masyarakat berhak menyampaikan laporan. Anggaran yang dialokasikan merupakan hak penerima manfaat, sehingga tidak boleh ada yang mengurangi hak tersebut,” ujarnya.
Meski demikian, Zainul menekankan bahwa penyampaian keluhan sebaiknya dilakukan melalui jalur komunikasi yang tepat.
Ia menyarankan agar masyarakat terlebih dahulu menyampaikan persoalan kepada pengelola dapur atau pihak terkait di tingkat daerah sebelum diteruskan melalui mekanisme resmi yang lebih tinggi.
“Pengawasan masyarakat sangat penting agar pelaksanaan program ini tetap berjalan sesuai tujuan,” katanya.
Zainul juga menanggapi usulan sebagian pihak yang menginginkan program MBG diganti dalam bentuk bantuan tunai.
Menurut dia, tujuan utama program tersebut adalah memastikan anak-anak menerima asupan makanan bergizi secara langsung.
“Kalau diberikan dalam bentuk uang, tidak ada jaminan bahwa dana itu benar-benar digunakan untuk membeli makanan bergizi. Karena itu program ini dirancang agar manfaatnya diterima secara nyata oleh anak-anak,” jelasnya.
Selain berdampak pada peningkatan gizi, Zainul menilai program MBG juga memiliki potensi mendorong perekonomian daerah.
Kebutuhan bahan pangan untuk dapur penyedia makanan dapat melibatkan petani, peternak, hingga pelaku UMKM lokal.
“Program ini tidak hanya menyasar penerima manfaat, tetapi juga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat melalui rantai pasok bahan pangan,” tuturnya.
Di akhir kegiatan, Zainul mengajak masyarakat untuk terus mengawal pelaksanaan program MBG secara bersama-sama.
“Program ini milik kita bersama. Mari kita kawal agar hak anak-anak tidak berkurang dan pelaksanaannya benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” kata dia.

