FIXNEWS.ID, SUMATERA SELATAN — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya difokuskan pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga didorong menjadi penggerak ekonomi lokal.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, saat sosialisasi program di Hotel Darma Karya, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, Minggu (29/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan SPPG, Ketua DPRD Pagar Alam, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang mengikuti sosialisasi dengan antusias.
Irma menilai, program MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
“Program ini menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap makanan bergizi,” ujar Irma.
Namun, ia menekankan bahwa manfaat program ini seharusnya tidak berhenti pada aspek kesehatan saja. Menurut dia, pelaksanaan MBG juga perlu melibatkan pelaku usaha lokal agar dampaknya bisa dirasakan lebih luas.
Irma berharap kebutuhan bahan pangan untuk program tersebut dapat dipenuhi dari hasil produksi masyarakat setempat, mulai dari petani, peternak, hingga pelaku usaha kecil.
“Bahan makanan untuk MBG sebaiknya berasal dari UMKM dan produksi lokal, seperti sayur dari petani, telur dari peternak, hingga bahan pangan dari pedagang setempat,” katanya.
Dengan pola tersebut, lanjut Irma, program MBG berpotensi menciptakan perputaran ekonomi di tingkat desa sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
“Jadi tidak hanya anak-anak yang mendapatkan manfaat gizi, tetapi pelaku usaha di desa juga ikut merasakan dampaknya. Ekonomi lokal bisa tumbuh bersama,” ucapnya.
Selain itu, Irma juga mengingatkan pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan program, khususnya pada pengelolaan dapur MBG sebagai pusat produksi makanan.
Ia mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mengawasi agar proses pengolahan makanan berjalan sesuai standar, baik dari sisi kebersihan maupun transparansi.
“Perlu ada pengawasan bersama agar pengelolaan dapur MBG berjalan baik, bersih, dan terbuka,” kata Irma.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat tidak hanya memahami tujuan program, tetapi juga terlibat langsung dalam mendukung keberlanjutan MBG sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.

