FIXNEWS.ID, GRESIK, JATIM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkenalkan ke berbagai daerah sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Universitas Muhammadiyah Gresik, Jumat (4/4).
Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib bersama perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) serta sejumlah pemangku kepentingan.
Dalam forum tersebut, MBG dipaparkan bukan hanya sebagai program pemenuhan gizi, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan yang berdampak luas.
Ahmad Labib menekankan pentingnya intervensi gizi sejak masa awal kehidupan. Menurut dia, pemenuhan gizi yang baik sejak dalam kandungan hingga masa pertumbuhan anak menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi yang sehat dan produktif.
“Negara harus hadir memastikan kebutuhan gizi terpenuhi sejak dini. Ini penting karena persoalan stunting dan kurang gizi masih menjadi tantangan yang nyata,” ungkapnya.
Program MBG sendiri menyasar kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Selain meningkatkan kualitas kesehatan, program ini juga diharapkan mampu menekan angka stunting, khususnya di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah.
Tak hanya berdampak pada sektor kesehatan, Labib juga menyoroti potensi ekonomi dari implementasi program tersebut. Ia menyebut, MBG berpeluang membuka lapangan kerja baru melalui pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Satu unit SPPG bisa menyerap sekitar 50 tenaga kerja. Jika jumlahnya berkembang secara nasional, ini akan menjadi kekuatan besar dalam mendorong ekonomi lokal,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya pengawasan agar program berjalan sesuai tujuan. Menurut dia, besarnya anggaran yang digelontorkan harus diimbangi dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel.
“Pengawasan harus kuat agar tidak terjadi penyimpangan. Dengan sistem yang baik, manfaat program ini bisa benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap pemahaman masyarakat terhadap MBG semakin meningkat. Dukungan publik dinilai penting agar program ini berjalan efektif dan berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

