FIXNEWS.ID, Jakarta — Media sosial kembali diramaikan oleh unggahan yang mengklaim Presiden Prabowo Subianto mengubah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi bantuan uang tunai sebesar Rp 350.000 per hari per siswa yang diberikan kepada orang tua.
Dalam unggahan tersebut disebutkan, bantuan uang itu dapat digunakan untuk membeli makanan bergizi, membayar biaya sekolah, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Narasi tersebut juga menuding perubahan skema dilakukan agar anggaran MBG tidak disalahgunakan oleh pejabat, instansi, maupun kelompok tertentu.

Namun, Istana memastikan informasi tersebut tidak benar.
Berdasarkan penelusuran, tidak ada pernyataan resmi dari Presiden Prabowo maupun kebijakan pemerintah yang menyebutkan perubahan skema MBG menjadi bantuan langsung tunai.
Program Makan Bergizi Gratis tetap dijalankan dalam bentuk penyediaan makanan bergizi bagi penerima manfaat.
Isu serupa sebelumnya juga telah dibantah pemerintah. Kementerian Keuangan menegaskan bahwa klaim penggantian MBG menjadi bantuan uang merupakan disinformasi yang tidak sesuai dengan kebijakan anggaran negara.
Presiden Prabowo justru menekankan fokus pemerintah saat ini adalah memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis agar dapat dirasakan secara merata di seluruh Indonesia.
“Sasaran kita, Desember 2026 semua desa mendapat MBG. Mudah-mudahan bisa lebih cepat, tapi Desember kita harus sampai semua anak Indonesia, semua ibu-ibu hamil, dan semua orang tua lansia juga kita beri makan,” kata Prabowo dalam keterangannya, Kamis (29/1).
Pemerintah menilai skema pemberian makanan secara langsung lebih efektif untuk memastikan asupan gizi terpenuhi, sekaligus meminimalkan potensi penyalahgunaan bantuan.
Dengan demikian, klaim yang menyebut MBG akan diubah menjadi bantuan uang Rp 350.000 per hari per siswa dipastikan tidak berdasar dan menyesatkan.

