FIXNEWS.ID, Padang Lawas Utara, Sumatera Utara — Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Anggota DPR RI Komisi IX, Sihar P.H. Sitorus, menggelar kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Jumat (31/10).
Program ini diarahkan untuk memastikan layanan gizi dapat menjangkau hingga wilayah desa dan kelompok masyarakat paling membutuhkan.
Sosialisasi yang berlangsung di Hall Candi Portibi, Hotel Sapadia Gunung Tua, menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan gizi dan pangan dengan memanfaatkan potensi lokal.
Kegiatan tersebut dihadiri pemangku kepentingan daerah, tenaga kesehatan, serta perwakilan lembaga pendidikan.
Tiga narasumber hadir dalam kegiatan ini, yakni Anggota Komisi IX DPR RI Sihar P.H. Sitorus, Kasubbag Tata Usaha KPPG Medan–Wilayah Kerja Sumatera Utara dan Aceh yang mewakili BGN Pusat, Erdianta Sitepu, serta perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Lawas Utara, Emmi Sari Pohan.
Sihar menekankan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar penyaluran bantuan pangan, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.
Menurut dia, pembangunan kesehatan harus berjalan seiring dengan pembangunan fisik.

“Program ini harus menjangkau sampai ke desa, termasuk lembaga pendidikan berbasis masyarakat dan sekolah keagamaan. Perhatian pada gizi anak dan kesehatan keluarga sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur,” kata Sihar.
Ia juga meminta pemerintah daerah, puskesmas, dan kader posyandu untuk menindaklanjuti sosialisasi dengan langkah konkret agar manfaat program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sementara itu, Erdianta Sitepu menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG memiliki dasar hukum yang kuat, mulai dari Undang-Undang Pangan, Undang-Undang Kesehatan, hingga peraturan pemerintah terkait keamanan pangan.
Ia menegaskan pentingnya standar keamanan pada setiap Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG).
“Rantai penyediaan pangan harus tercatat dan terpantau dengan baik. Ini penting untuk mencegah risiko keracunan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat,” ucap Erdianta.
Dari sisi teknis pelaksanaan, Emmi Sari Pohan menyampaikan bahwa MBG di Padang Lawas Utara akan difokuskan pada edukasi gizi keluarga melalui pendekatan Isi Piringku, penguatan peran puskesmas dan sekolah sebagai pusat edukasi gizi, serta kemitraan dengan pelaku UMKM pangan lokal.
“Kami menyiapkan mekanisme pengawasan dan sistem pelaporan berbasis digital untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan sesuai standar,” kata Emmi.

Kegiatan ini ditutup dengan ajakan kolaborasi lintas sektor antara BGN, DPR RI, pemerintah daerah, sekolah, UMKM, dan kelompok tani. Kolaborasi tersebut diharapkan mendorong kemandirian pangan dan gizi masyarakat secara berkelanjutan.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari upaya pemerintah menyediakan makanan bergizi, aman, dan sesuai dengan budaya lokal bagi anak sekolah, peserta didik keagamaan, serta kelompok rentan.
Melalui program ini, pemerintah menargetkan penurunan angka stunting, penguatan ketahanan pangan daerah, sekaligus penggerakan ekonomi lokal melalui rantai pasok pangan.

