FIXNEWS.ID, Cirebon, Jawa Barat — Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Suci, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon membuka ruang baru bagi penguatan ekonomi lokal.
Tidak hanya berfokus pada peningkatan kesehatan anak dan kelompok rentan, program ini juga mendorong keterlibatan petani serta pelaku UMKM pangan dalam penyediaan bahan baku dan produksi makanan bergizi.
Kegiatan yang digelar di Gedung Larasati pada Sabtu (29/11) ini dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI, Anggota DPRD Cirebon Ade Irawan, serta Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional (BGN) Teguh Supangardi. Ratusan warga turut mengikuti sosialisasi tersebut.
Teguh Supangardi menjelaskan bahwa Cirebon memiliki ragam pangan lokal yang potensial, mulai dari hasil pertanian hingga produk olahan tradisional.
Ia menilai kekayaan pangan daerah ini dapat diintegrasikan ke dalam menu harian MBG.
“Ketahanan pangan daerah adalah fondasi penting keberhasilan program ini. Dengan mengoptimalkan bahan pangan lokal, kita tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga menguatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Teguh, penggunaan pangan lokal tidak mengurangi standar gizi yang menjadi acuan dalam penyusunan menu. Justru keberagaman bahan baku daerah membuka peluang penyajian makanan yang sehat sekaligus variatif.
Pelaku UMKM didorong mengambil peran dalam pengolahan, distribusi, dan penyediaan bahan baku.
Ia menambahkan bahwa pelibatan masyarakat lokal memperkuat rasa memiliki terhadap program MBG.
Menurutnya, warga bukan hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut memastikan penyelenggaraan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“MBG adalah gerakan masyarakat. Ketika petani, UMKM, dan warga bergerak bersama, kita bukan hanya memberi makan anak-anak, tetapi juga memberi harapan bagi masa depan daerah,” kata Teguh.
Program MBG disebut sebagai investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Melalui penyediaan makanan bergizi, pemerintah menargetkan penurunan stunting, peningkatan kualitas gizi anak, serta pemberdayaan petani dan pelaku usaha lokal.
Anggota DPRD Kabupaten Cirebon Ade Irawan menekankan perlunya pengawasan dan pemerataan pelaksanaan MBG hingga wilayah terpencil.
Ia mendorong digitalisasi pengawasan, penerapan standar pengolahan pangan yang ketat, dan penguatan kemitraan pemerintah dengan sektor swasta.
“Program Makan Bergizi Gratis adalah investasi masa depan. Dengan kolaborasi lintas sektor dan pengawasan kuat, kita dapat mewujudkan generasi bebas stunting, sehat, dan berprestasi,” jelasnya.
Sosialisasi MBG di Desa Suci ini menegaskan bahwa program tidak hanya menyentuh aspek kesehatan dan pendidikan, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Pemerintah berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh bagaimana kebijakan nasional mampu menggerakkan potensi daerah secara optimal.

