FIXNEWS.ID, Bekasi, Jawa Barat — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali diperluas dan kini menjangkau Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna desa setempat pada Rabu (12/11) ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta menekan angka stunting.
Acara tersebut digelar bekerja sama antara DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN). Warga desa mendapat pembekalan mengenai pentingnya gizi seimbang serta peran keluarga dalam menjaga kesehatan anak sejak dini.

Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari, mengatakan hadirnya MBG menjadi bukti perhatian negara terhadap pembangunan manusia. Menurut dia, masyarakat memiliki peran penting dalam mengawal keberhasilan program.
“Masih banyak tantangan terkait pemenuhan gizi. Karena itu, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian dari proses pengadaan bahan hingga pengolahan makanan,” ujarnya.
Ia menilai keterlibatan warga dapat ikut menggerakkan ekonomi lokal, terutama melalui penyediaan bahan pangan dari pelaku usaha kecil di desa.

Perwakilan BGN, Teguh Suparngadi, menambahkan bahwa keberhasilan MBG bergantung pada kesadaran masyarakat untuk menjadikan pola makan sehat sebagai kebiasaan jangka panjang.
“Pemenuhan gizi bukan kegiatan sesaat. Ini perlu menjadi budaya hidup sehat. Ekonomi lokal juga harus terus dilibatkan dalam penyediaan pangan bergizi,” katanya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Helmi, menyebut keberadaan Satuan Pelaksana Pangan dan Gizi (SPPG) di desa dapat membuka ruang pertumbuhan ekonomi kecil.
“SPPG bukan hanya dapur gizi. Ada aktivitas ekonomi yang ikut terdorong. Ketika gizi anak terpenuhi, kesejahteraan keluarga juga meningkat,” tuturnya.
Menuju Generasi Sehat dan ProduktifKehadiran MBG diharapkan membantu masyarakat memahami bahwa gizi anak merupakan fondasi pembangunan jangka panjang.
Selain menyediakan makanan bergizi, program ini mendorong penerapan pola makan sehat dan perilaku hidup bersih di tingkat rumah tangga.
Kolaborasi antara DPR RI, Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, sekolah, dan komunitas lokal diharapkan dapat memperkuat langkah menuju masyarakat yang lebih sehat dan siap menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045.

