FIXNEWS.ID, Malang – Kota Malang menjadi salah satu lokasi pembahasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak dan remaja. Kegiatan yang berlangsung di Blimbing Indah Megah pada Rabu (12/11) ini dihadiri ratusan warga.
Hadir sebagai narasumber Anggota Komisi IX DPR RI Gamal, M.Biomed, Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Malang Muhamad Atho’illah, serta Dosen Universitas Brawijaya Arief Alamsyah.
Gamal menilai MBG merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia.
Ia menyebut perbaikan gizi sejak dini berperan penting dalam mempersiapkan generasi yang sehat dan produktif menghadapi era bonus demografi.
“Jika kebutuhan gizi anak terpenuhi, mereka tumbuh lebih sehat, cerdas, dan siap bersaing. Ini investasi untuk masa depan bangsa,” ucap Gamal.
Muhamad Atho’illah menjelaskan bahwa tantangan gizi tidak hanya berkutat pada stunting, tetapi juga anemia pada anak sekolah dan risiko metabolik pada remaja. Ia menekankan pentingnya intervensi yang berkelanjutan.
“Pemenuhan gizi harus dilakukan sejak usia dini. MBG juga memberikan efek ekonomi karena melibatkan UMKM dan memperkuat rantai pasok pangan lokal,” katanya.
Dari sisi akademisi, Arief Alamsyah memaparkan dampak jangka panjang kekurangan gizi terhadap perkembangan otak dan kemampuan belajar.
“Nutrisi yang baik sejak awal kehidupan akan mempengaruhi prestasi anak dan kesehatan mereka di masa depan,” ungkapnya.
Pembahasan MBG di Malang ini menunjukkan komitmen berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Program ini diharapkan dapat mencetak generasi yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing, sekaligus memberi manfaat bagi perekonomian lokal.

