FIXNEWS.ID, JAWA TENGAH — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus digaungkan pemerintah sebagai salah satu upaya memperbaiki kualitas gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Di Cilacap, sosialisasi program ini digelar di Taman Tatto, Minggu (3/5/2026), melibatkan berbagai unsur mulai dari pemerintah, tenaga pendidikan, hingga masyarakat.
Anggota Komisi IX DPR RI, Teti Rohatiningsih, menilai program ini bukan sekadar pembagian makanan gratis. Menurut dia, MBG merupakan langkah jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang lebih sehat dan berdaya saing.
“Program ini bukan hanya soal memberi makan, tapi bagaimana negara hadir memastikan generasi kita tumbuh sehat dan siap bersaing di masa depan,” kata Teti dalam kegiatan tersebut.
Ia juga mengapresiasi komitmen pemerintah pusat dalam menjalankan program ini secara nasional. Menurut Teti, konsistensi pelaksanaan menjadi kunci agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.
“Komitmen pemerintah harus kita dukung bersama. Dengan pelaksanaan yang konsisten, program ini bisa menjadi fondasi penting pembangunan sumber daya manusia,” ujarnya.
Selain berdampak pada kesehatan, Teti menyoroti potensi ekonomi dari program MBG. Ia menyebut, program ini berpeluang membuka lapangan kerja baru, terutama di sektor penyediaan bahan pangan dan distribusi.
“Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, program ini bisa ikut mendorong penyerapan tenaga kerja. Dampaknya tidak hanya ke kesehatan, tapi juga ke kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Sebagai informasi, program MBG mulai dijalankan secara nasional sejak 6 Januari 2025. Sasaran utamanya meliputi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Program ini juga menjadi bagian dari upaya menekan angka stunting di Indonesia.
Melalui sosialisasi seperti ini, pemerintah berharap pemahaman masyarakat terhadap program MBG semakin meningkat. Dukungan berbagai pihak dinilai penting agar program ini berjalan optimal, sekaligus mendorong kemandirian pangan dan penguatan ekonomi lokal. (ADV)

