FIXNEWS.ID, TABANAN, BALI — Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus digencarkan sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Kali ini, kegiatan tersebut digelar di SMAN 1 Marga, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu (22/4/2026).
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Komisi IX DPR RI. Tujuannya tidak hanya memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang, tetapi juga memastikan program MBG dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur legislatif, perwakilan pemerintah daerah, jajaran BGN, serta ratusan warga. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, menandakan besarnya perhatian terhadap upaya peningkatan gizi, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menegaskan bahwa kebijakan gizi harus benar-benar hadir di tengah masyarakat dan memberi manfaat nyata.
“Langkah-langkah kecil hari ini akan menentukan masa depan bangsa. Kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh kuat, sehat, dan siap membawa Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia,” ujar Charles.
Menurut dia, keberhasilan program MBG sangat bergantung pada penguatan kelembagaan dan kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, Badan Gizi Nasional perlu memainkan peran yang lebih aktif, bukan hanya sebagai penyusun kebijakan.
“BGN harus menjadi motor utama edukasi gizi nasional sekaligus garda terdepan dalam melindungi generasi muda dari pola makan yang tidak sehat, termasuk konsumsi makanan ultra-proses,” katanya.
Charles juga menekankan pentingnya edukasi kepada orang tua. Peran keluarga dinilai sangat menentukan dalam membentuk kebiasaan makan sehat pada anak sejak usia dini.
Program MBG sendiri dirancang dengan mengacu pada empat standar utama, yakni kecukupan kalori, komposisi gizi seimbang, standar higienitas, dan keamanan pangan. Sasaran program ini mencakup peserta didik mulai dari PAUD hingga SMA, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Pemerintah berharap program ini mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan gizi, seperti stunting, anemia, hingga masih terbatasnya akses terhadap pangan bergizi di sejumlah daerah.
Melalui sosialisasi ini, sinergi antara DPR, pemerintah, dan masyarakat diharapkan semakin kuat untuk mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (ADV)

