FIXNEWS.ID, KOTA CIREBON, JABAR — Pembangunan saluran air di Jalan Kalijaga, tepatnya di sekitar petilasan Sunan Kalijaga, RW 03, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon menuai perhatian warga.
Mereka mempertanyakan kualitas pekerjaan setelah menduga adanya penggunaan material bekas bongkaran pada proyek tersebut.
Kecurigaan itu muncul dari material yang terlihat di lokasi. Tumpukan batu yang disiapkan untuk pembangunan saluran dinilai bukan sepenuhnya material baru, melainkan sebagian merupakan batu bekas dari bongkaran senderan lama di area sekitar.
“Batu-batunya terlihat seperti material lama yang dipakai lagi. Kami khawatir kalau kualitas bangunannya nanti tidak sesuai harapan,” tutur seorang warga, Senin (8/12/2025).
Proyek tersebut diketahui merupakan pekerjaan yang dibiayai melalui APBD Kota Cirebon dan berada di bawah Bidang Sumber Daya Air (SDA), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon.
Bagi warga, penggunaan material pada proyek pemerintah semestinya mengutamakan mutu. Sebab, infrastruktur yang dibangun dengan dana publik harus memberikan hasil yang berkualitas dan tahan lama.
“Kalau anggarannya dari pemerintah, tentu masyarakat berharap material yang digunakan juga sesuai standar. Jangan sampai ada yang dikurangi kualitasnya,” kata warga lainnya.
Selain material, warga juga menyoroti aspek pengawasan selama proyek berlangsung. Mereka menilai pengawasan yang ketat sangat diperlukan agar pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
“Jangan sampai pengawasannya longgar. Karena kalau ada yang tidak sesuai sejak awal, dampaknya nanti dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Warga berharap instansi terkait segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Mereka ingin memastikan proyek saluran air tersebut dikerjakan secara profesional, sesuai standar, dan benar-benar memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

