FIXNEWS.ID, BEKASI — Kesadaran soal pentingnya gizi seimbang terus didorong lewat sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Kaliulu, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Minggu (29/3).
Anggota Komisi IX DPR RI, Obon Tabroni, menegaskan bahwa gizi bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi cara berpikir dan perkembangan anak sejak dini.
“Banyak yang masih menganggap makan itu sekadar kenyang. Padahal, gizi yang baik itu berpengaruh ke pola pikir, kebiasaan, sampai cara anak berkembang,” ujar Obon.
Menurut dia, program MBG hadir bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan makanan, tetapi juga menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.
“Makan bergizi itu soal membangun budaya. Anak-anak perlu dibiasakan sejak awal supaya mereka paham pentingnya makanan sehat,” katanya.
Ia menambahkan, kualitas gizi sangat menentukan masa depan generasi, terutama dalam menyongsong Indonesia Emas. Kekurangan gizi, kata dia, masih menjadi persoalan serius karena berdampak langsung pada tumbuh kembang anak.
“Kalau sejak kecil gizinya kurang, bukan hanya fisiknya yang terhambat, tapi juga perkembangan otak dan kemampuan belajarnya,” ucapnya.
Lebih jauh, Obon menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan pengawasan yang kuat, transparansi, serta keterlibatan masyarakat agar pelaksanaannya tepat sasaran.
“Program ini bagus, tapi harus dijaga bersama. Mulai dari pengawasan sampai pelaksanaannya di lapangan,” tambahnya.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya gizi seimbang dan ikut berperan aktif dalam mendukung program tersebut.
“Kalau kesadaran ini tumbuh, kita bisa menyiapkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan,” tutur Obon.

