FIXNEWS.ID, SULAWESI UTARA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan ke berbagai daerah sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak.
Di Minahasa, Sulawesi Utara, program ini juga didorong agar menjadi contoh langsung bagi keluarga dalam menerapkan pola makan sehat di rumah.
Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, mengatakan bahwa MBG tidak hanya bertujuan memberikan asupan gizi, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola makan seimbang.
“Program ini diharapkan bisa menjadi contoh nyata bagi orang tua dalam menyiapkan makanan bergizi bagi anak-anak di rumah,” kata Felly saat sosialisasi di Balai Desa Kaweng, Kecamatan Kakas, Minahasa, Rabu (4/3).
Ia menilai, masih banyak kasus stunting yang terjadi akibat kurangnya pemahaman masyarakat mengenai gizi. Karena itu, edukasi melalui program MBG dinilai penting untuk mengubah pola pikir sekaligus kebiasaan makan keluarga.
Menurut Felly, di Sulawesi Utara saat ini telah tersedia 162 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani berbagai kelompok, mulai dari pelajar hingga ibu hamil dan balita.
“Program ini disusun berbasis potensi lokal. Bahan baku diambil dari daerah, menunya disesuaikan dengan selera masyarakat, dan tetap memenuhi standar gizi nasional,” ujarnya.
Selain berdampak pada kesehatan, MBG juga dinilai memiliki efek ekonomi yang signifikan. Kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar dinilai mampu mendorong aktivitas pertanian dan peternakan di daerah.
“Kebutuhan program ini sangat besar, sehingga bisa menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari petani hingga pelaku usaha pangan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah desa dan masyarakat juga diajak untuk terlibat aktif dalam pengawasan dan pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

