FIXNEWS.ID, MANOKWARI — Anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, melakukan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) di Cafe Molas, Kota Manokwari, Papua Barat, Senin (2/3).
Dalam kegiatan tersebut, Obet menegaskan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG agar berjalan sesuai tujuan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia mengatakan, sebagai anggota DPR yang bermitra dengan Badan Gizi Nasional, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk memastikan program strategis nasional tersebut dilaksanakan secara tepat sasaran.
“Saya akan terus mengawal program ini agar berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya keluarga-keluarga di Manokwari,” kata Obet dalam kegiatan sosialisasi tersebut.
Menurutnya, keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh kebijakan di tingkat pusat, tetapi juga oleh pelaksanaan di lapangan, termasuk peran relawan dan pengelola dapur penyedia makanan bergizi.
Karena itu, ia mengingatkan agar para pengelola dapur MBG menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada anak-anak penerima manfaat.
“Relawan dan pengelola dapur memiliki peran penting. Kualitas makanan harus benar-benar dijaga agar anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik,” ujarnya.
Obet juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat lokal yang ikut berpartisipasi sebagai relawan maupun tenaga kerja di dapur-dapur MBG di wilayah Manokwari.
Ia menilai kehadiran program ini tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga memberi peluang ekonomi bagi warga.
“Partisipasi masyarakat lokal sangat penting. Selain membantu kelancaran program, ini juga bisa menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga di sekitar,” jelasnya
.Di akhir kegiatan, Obet kembali mengingatkan seluruh relawan dapur untuk menjaga standar kebersihan serta kualitas makanan yang disajikan. Hal tersebut dinilai penting untuk mencegah risiko gangguan kesehatan bagi anak-anak penerima manfaat.
“Kebersihan dapur dan kualitas makanan harus selalu diperhatikan agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan kesehatan anak-anak,” tutupnya.

