FIXNEWS.ID, CIANJUR – Upaya memperkuat kualitas kesehatan anak terus didorong pemerintah melalui penyediaan makanan bergizi di lingkungan pendidikan.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan yang digelar Komisi IX DPR RI bersama Badan Gizi Nasional di Yayasan Nurul Falah, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, Minggu (15/2).
Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfah, mengatakan pemenuhan gizi menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut dia, persoalan stunting dan kekurangan gizi masih menjadi tantangan di sejumlah daerah. Karena itu, intervensi melalui penyediaan makanan bergizi dinilai sebagai langkah konkret yang menyasar langsung anak-anak usia sekolah.
“Upaya ini bukan sekadar membagikan makanan, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang sehat dan cerdas,” kata Neng Eem dalam keterangannya.
Ia menambahkan, kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kondisi kesehatan peserta didik. Anak yang tumbuh dengan asupan nutrisi cukup akan lebih siap mengikuti proses belajar.
“Kalau gizinya terpenuhi, daya konsentrasi dan tumbuh kembang anak juga akan lebih optimal. Ini yang ingin kita pastikan,” ujarnya.
Selain menyasar siswa, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi orangtua mengenai pentingnya pola makan seimbang di rumah.
Pemerintah berharap pemahaman itu dapat membentuk kebiasaan sehat yang berkelanjutan.
Di sisi lain, program ini juga dinilai membuka peluang pemberdayaan ekonomi lokal. Kebutuhan bahan pangan untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat melibatkan petani, peternak, nelayan, hingga pedagang setempat.
“Jika dikelola konsisten, ini bukan hanya soal gizi anak, tetapi juga berdampak pada penguatan ekonomi masyarakat,” kata Neng
Eem.Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan masyarakat daerah, pemenuhan gizi anak diharapkan menjadi gerakan bersama demi meningkatkan kualitas generasi mendatang.

