FIXNEWS.ID, Kendal, Jawa Tengah — Anggota Komisi IX DPR RI Muh Haris menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berperan dalam pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berpotensi mendorong pergerakan ekonomi lokal jika dijalankan secara optimal dan merata.
Hal tersebut disampaikan Muh Haris saat sosialisasi Program MBG yang digelar di Gedung DPRD Kota Kendal, Jawa Tengah, Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan warga serta tokoh masyarakat setempat yang ingin mengetahui lebih jauh tentang program strategis nasional tersebut.
Menurut Muh Haris, MBG dirancang untuk menyasar kelompok penerima manfaat yang luas, mulai dari anak-anak usia sekolah, santri pondok pesantren, ibu hamil, hingga kelompok rentan lainnya.

“Program Makan Bergizi Gratis ini diharapkan benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh sasaran. Anak-anak, santri, dan ibu hamil harus memperoleh asupan gizi yang layak agar kualitas kesehatan dan tumbuh kembang mereka lebih baik,” kata Muh Haris.
Ia menambahkan, manfaat MBG tidak berhenti pada aspek kesehatan. Program ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar karena kebutuhan bahan pangan dipasok dari pelaku usaha lokal.
“Bahan pangan disuplai dari petani, peternak, dan nelayan setempat. Dapur-dapur MBG juga menyerap tenaga kerja lokal, sehingga ekonomi daerah ikut bergerak,” ujarnya.

Sosialisasi tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Kendal Dwi Margo Utomo serta Kepala KPPG Semarang selaku perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Hadi Riajaya.
Dalam kesempatan itu, para narasumber menjelaskan mekanisme pelaksanaan MBG serta peran masyarakat dalam mendukung keberlanjutan program.

Muh Haris menegaskan, keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi salah satu kunci keberhasilan MBG agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Jika dijalankan dengan baik, program ini bukan hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru di daerah,” kata dia.
Sebagai informasi, Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu kebijakan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk kehadiran negara dalam memperkuat gizi masyarakat.
Program ini diharapkan menjadi fondasi awal dalam menyiapkan generasi sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

