FIXNEWS.ID, REMBANG — Upaya memperkuat bahan baku lokal menjadi sorotan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pemerintah dan DPR menilai, kemandirian pasokan pangan daerah akan menentukan keberlanjutan program tersebut.
Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengatakan dapur MBG di Rembang harus mampu menyerap hasil produksi peternak, nelayan, serta pelaku UMKM setempat.
Dengan begitu, manfaat program tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan, tetapi juga ekonomi.
“Kalau bahan bakunya dipenuhi dari Rembang sendiri, maka perputaran ekonominya juga terjadi di daerah ini,” ujar Edy saat kegiatan sosialisasi MBG di Kecamatan Kragan, Selasa (17/2/2026).
Ia menegaskan, pemerintah kecamatan hingga desa perlu aktif mendorong masyarakat untuk terlibat sebagai pemasok bahan pangan, mulai dari telur, daging ayam, hingga ikan.
Menurut Edy, Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Namun, keberhasilan program juga sangat bergantung pada kesiapan rantai pasok di tingkat lokal.
“Jangan sampai kebutuhan dapur MBG justru diambil dari luar daerah. Ini harus menjadi peluang bagi peternak dan nelayan di Rembang,” katanya.
Ia juga mendorong DPRD setempat mempertimbangkan regulasi yang melindungi pelaku usaha lokal agar dapat berpartisipasi secara berkelanjutan dalam program tersebut.
Melalui kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, penguatan bahan baku lokal diharapkan mampu membuat pelaksanaan MBG di Rembang berjalan optimal sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah.

