FIXNEWS.ID, Lubuk Linggau, Sumatera Selatan — Pemerintah terus memperluas sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Kali ini, sosialisasi digelar di Ballroom Hotel Dewinda Lubuk Linggau, Kamis (4/12), dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan daerah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan pemenuhan gizi yang merata, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Program MBG dinilai sebagai langkah strategis untuk membangun fondasi kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menegaskan bahwa MBG tidak sekadar program pemberian makanan, tetapi merupakan investasi besar bagi masa depan bangsa.
“MBG bukan hanya tentang memberi makanan, tetapi membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif sebagai fondasi Indonesia Maju,” ujar Nihayatul di hadapan ratusan peserta sosialisasi.

Menurut dia, pemenuhan gizi yang baik berpengaruh langsung terhadap kemampuan belajar, daya konsentrasi, dan motivasi anak dalam mengikuti proses pendidikan. Dengan kondisi kesehatan yang optimal, peserta didik dapat menyerap pelajaran dengan lebih baik.
“Investasi gizi sejak masa kanak-kanak akan sangat menentukan kualitas hidup seseorang di masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Kota Lubuk Linggau, Desi Puspasari, S.Psi., menyebut MBG sebagai momentum penting dalam mendukung visi pembangunan jangka panjang, khususnya di bidang kesehatan dan ketahanan pangan.
Ia menjelaskan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) berperan dalam memastikan akuntabilitas pelaksanaan program melalui sistem yang terstruktur, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam rantai pasok pangan.
“MBG juga identik dengan penguatan kemandirian pangan lokal. Ketika masyarakat diberdayakan sebagai bagian dari penyediaan bahan pangan, kesejahteraan akan tumbuh dan ketahanan pangan daerah ikut menguat,” kata Desi.
Sosialisasi di Lubuk Linggau ini tidak hanya menjelaskan mekanisme pelaksanaan MBG, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi komitmen antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kualitas kesehatan generasi penerus bangsa.

