FIXNEWS.ID, BEKASI — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bekasi terus dievaluasi. DPR RI memastikan pengawasan program tersebut diperketat guna mencegah terulangnya kendala yang sempat muncul pada tahap awal pelaksanaan.
Anggota Komisi IX DPR RI, Obon Tabroni, mengatakan evaluasi dilakukan menyusul adanya laporan dugaan keracunan makanan yang terjadi di awal program berjalan.
“Kami tidak menutup mata. Di awal memang ada persoalan, salah satunya karena proses memasak terlalu cepat sebelum makanan didistribusikan,” ujar Obon saat bertemu warga di Perum Villa Mutiara, Desa Wanajaya, Cibitung, Minggu (15/2/2026).
Menurut dia, pemerintah melalui Badan Gizi Nasional telah melakukan sejumlah perbaikan, mulai dari penyesuaian standar operasional hingga penguatan pengawasan di lapangan.
“Sekarang pengawasannya diperketat, baik dari sisi kualitas bahan makanan, proses pengolahan, sampai distribusi ke anak-anak penerima manfaat,” kata dia.
Meski sempat menghadapi kendala, Obon menilai program tersebut mulai menunjukkan dampak positif. Ia menyebut perubahan kebiasaan makan anak-anak menjadi salah satu indikator yang terlihat.
“Anak-anak mulai terbiasa makan sayur dan menu bergizi lainnya. Ini perkembangan yang baik karena pola makan sehat harus dibentuk sejak dini,” ujarnya.
Obon menekankan bahwa pemenuhan gizi, khususnya pada masa seribu hari pertama kehidupan, sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak.
Asupan nutrisi yang cukup, kata dia, berpengaruh pada perkembangan otak dan daya saing generasi mendatang.
“Kalau gizinya terpenuhi sejak kecil, kemampuan belajarnya akan lebih optimal. Ke depan persaingan global semakin terbuka, jadi kualitas SDM harus dipersiapkan dari sekarang,” ucapnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan program agar tetap tepat sasaran dan berkualitas.
“Program ini investasi jangka panjang. Pengawasan tidak bisa hanya dari pemerintah, tetapi juga perlu partisipasi masyarakat,” tuturnya.

