FIXNEWS.ID, Malang, Jawa Timur — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali diperkenalkan kepada warga Kota Malang sebagai bagian dari perluasan penerima manfaat.
Kegiatan digelar di Jl. Blimbing Indah Megah pada Jumat (14/11), melibatkan unsur pemerintah, tenaga pelaksana, dan perwakilan masyarakat.
Anggota Komisi IX DPR RI, Gamal M.Biomed, mengatakan, pemenuhan gizi sejak dini merupakan fondasi penting bagi kualitas sumber daya manusia.
Ia menilai MBG menjadi langkah strategis dalam menurunkan masalah stunting dan wasting yang masih membayangi sejumlah daerah.
“MBG memastikan anak-anak mendapatkan nutrisi yang layak. Human Capital Index kita masih 0,54, menandakan banyak potensi yang belum berkembang optimal. Masalah gizi harus menjadi perhatian bersama,” ujar Gamal.
Ia menuturkan bahwa stunting tidak hanya berpengaruh pada tinggi badan, tetapi juga terkait kemampuan kognitif dan produktivitas seseorang saat dewasa.
Korwil BGN Kota Malang, Muhamad Atho’illah, menambahkan bahwa pelaksanaan MBG di daerah membawa manfaat lebih luas, termasuk bagi sektor ekonomi lokal.
Menurutnya, produksi ayam, telur, sayuran, dan buah di Malang dinilai mampu memenuhi kebutuhan dapur program.
“Dengan memanfaatkan pasokan lokal, dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Selain memudahkan rantai distribusi, hal ini juga menggerakkan ekonomi warga,” ucapnya.
Pelaksana Program MBG Kota Malang, Efendi Sudarmono menjelaskan, dapur pelaksana menerapkan standar operasional ketat mulai dari pengolahan bahan, pemorsian, hingga distribusi makanan.
“Seluruh proses kami pastikan higienis dan terukur. Evaluasi dilakukan rutin untuk menjaga kualitas makanan yang diberikan,” jelasnya.
Pelaksanaan MBG di Malang diharapkan mampu memperluas literasi gizi masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Program ini ditargetkan mendukung terbentuknya generasi yang lebih sehat, kuat, dan produktif di masa mendatang.

