FIXNEWS.ID, SIDOARJO – Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurniawati, mengajak masyarakat memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri kegiatan di Pendopo Abah Yarno, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Senin (23/2).
Dalam kesempatan tersebut, ia menilai pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilepaskan dari ketahanan keluarga dan pemenuhan gizi yang memadai.
“Pembangunan bangsa itu berawal dari keluarga. Kalau keluarganya kuat, maka masyarakatnya kuat, dan pada akhirnya bangsa ini juga menjadi kokoh,” ujar Indah.
Ia menjelaskan, perhatian terhadap asupan gizi menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas generasi penerus.
Menurut dia, pemenuhan gizi tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi diharapkan dapat menjangkau kelompok masyarakat lain, termasuk lanjut usia.
“Ke depan cakupannya diharapkan lebih luas. Namun yang tidak kalah penting adalah menjaga kualitas pelayanan dan mutu makanan yang diberikan,” katanya.
Sebagai anggota Komisi IX, Indah menyebut pihaknya bermitra dengan sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, BPOM, serta Badan Gizi Nasional.
Ia menegaskan fungsi pengawasan menjadi bagian penting agar kebijakan berjalan tepat sasaran.
“Tugas kami bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi memastikan pelaksanaannya benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Indah juga mengingatkan masyarakat agar lebih teliti dalam memilih produk pangan.
Ia meminta warga memperhatikan label kemasan, izin edar, serta tanggal kedaluwarsa sebelum membeli makanan atau minuman.
“Kesadaran ini penting untuk melindungi kesehatan keluarga. Edukasi sederhana seperti membaca label bisa berdampak besar,” tuturnya.
Ia menambahkan, keberadaan dapur penyedia makanan bergizi di daerah diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas asupan anak-anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan warga sekitar sebagai pemasok bahan pangan.
“Kalau bahan pangannya dari petani dan pelaku usaha setempat, maka manfaatnya akan berlipat, baik untuk kesehatan maupun perekonomian,” kata Indah.
Di akhir kegiatan, ia membuka ruang dialog bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan.
Menurut dia, partisipasi publik menjadi kunci keberhasilan setiap kebijakan yang menyangkut kepentingan bersama.
“Ini kerja gotong royong. Kami melakukan pengawasan, tetapi masyarakat juga punya peran penting karena anak-anak kita yang akan merasakan manfaatnya,” ujar Indah.

