FIXNEWS.ID, KALIMANTAN SELATAN – Upaya pemenuhan gizi bagi anak sekolah di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, terus diperkuat dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Anggota Komisi IX DPR RI, Mariana, menilai partisipasi publik menjadi kunci agar kebijakan tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran.
Hal itu disampaikan Mariana saat menghadiri pertemuan di Aula H. Abidin, Tambang Ulang, Senin (16/2).
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Dinas Pendidikan, kepala desa, kepala sekolah, dewan guru, serta tokoh masyarakat setempat.
Menurut Mariana, penyediaan makanan bergizi bagi siswa bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari strategi membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Ia menyebut kebijakan ini sejalan dengan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat fondasi generasi muda.
“Anak-anak yang gizinya terpenuhi akan lebih siap menerima pelajaran. Konsentrasi meningkat, semangat belajar tumbuh, dan peluang berprestasi semakin terbuka,” ujar Mariana.
Ia mengatakan, sejumlah sekolah yang telah menjalankan kebijakan tersebut melaporkan perubahan positif. Guru merasakan siswa lebih fokus mengikuti pelajaran karena tidak lagi belajar dalam kondisi lapar.
“Beberapa guru menyampaikan, suasana belajar menjadi lebih kondusif. Anak-anak punya energi yang cukup hingga jam pelajaran selesai,” katanya.
Selain berdampak pada kesehatan dan pendidikan, kebijakan ini juga dinilai memberi efek ekonomi di tingkat lokal. Pengelolaan dapur dan distribusi makanan melibatkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar.
“Artinya, manfaatnya tidak hanya dirasakan siswa, tetapi juga membuka peluang kerja dan membantu perputaran ekonomi warga,” jelas Mariana.
Meski demikian, ia mengakui pelaksanaan di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan. Karena itu, ia mengajak masyarakat aktif memberikan masukan apabila menemukan kendala.
“Kalau ada kekurangan, sampaikan melalui mekanisme yang ada agar segera diperbaiki. Dengan kolaborasi yang baik, seluruh sekolah di Tanah Laut diharapkan bisa merasakan manfaatnya,” tuturnya.
Mariana menegaskan, keberhasilan pemenuhan gizi anak sekolah membutuhkan komitmen bersama agar program berjalan berkelanjutan dan benar-benar memberi dampak jangka panjang.

