FIXNEWS.ID, MAKASSAR — Anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi, menegaskan bahwa pemenuhan gizi merupakan kunci utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul.
Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Cafe Vaan In Sky, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Jumat (27/2).
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Komisi IX DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi yang memadai, khususnya bagi anak-anak.
Dalam pemaparannya, Ashabul mengatakan pembangunan bangsa tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh jalan dan gedung yang berdiri megah. Yang lebih mendasar adalah kualitas manusianya. Dan kualitas itu sangat ditentukan oleh pemenuhan gizi sejak dini,” ujar Ashabul.
Menurut dia, Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar pembagian makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan Indonesia.
“Program ini hadir sebagai upaya membangun generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh. Jika gizinya terpenuhi, anak-anak kita akan lebih siap bersaing dan berkontribusi bagi bangsa,” katanya.
Ashabul juga menyoroti dampak ekonomi dari pelaksanaan program tersebut. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan bahan pangan melibatkan petani, nelayan, peternak, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.
“Artinya, program ini tidak hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal dan membuka peluang kerja,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya integrasi program dengan layanan kesehatan seperti posyandu dan puskesmas agar pelaksanaannya lebih optimal.
“Program ini harus terhubung dengan layanan kesehatan. Dari situ bisa dilakukan deteksi dini masalah gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta edukasi bagi orang tua,” ujar dia.
Ia menilai pendekatan yang terintegrasi akan membuat intervensi yang diberikan tidak berhenti pada penyediaan makanan, tetapi juga mencakup pengawasan kesehatan secara berkala.
Menutup kegiatan tersebut, Ashabul mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mengawal pelaksanaan program agar tepat sasaran.
“Mari kita jadikan program ini sebagai langkah nyata membangun generasi yang sehat, berdaya saing, dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045,” kata Ashabul.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami tujuan program serta berperan aktif dalam memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

